"Rasanya baru kemarin kita bertemu."
"Waktu itu aku masih kecil ya?"
"Rasanya baru kemarin kita merasa asing."
"Ah...itu karena kita sama-sama acuh."
"Rasanya baru kemarin kita mengikat janji..."
"Hihi...cincin ini sudah sesak di jari manisku sekarang..."
"Rasanya ingin waktu ini berhenti berjalan..."
"Biarkan waktu terus berjalan. Itu SUNATULLAH"
"Waktu terus bergulir tanpa kita sadari..."
"Sampai sudah kutemukan rambut putih di kepalaku..."
"Kita telah lalui hidup ini bersama, dalam suka dan duka. Ada saat kita sedih, ada saat kita bahagia..."
"Duka itu kita ratapi bersama...bahagia itu kita tangisi berdua..."
"Mungkin aku belum pernah menjadi seperti yang kamu mau..."
"Orang lainpun belum tentu seperti yang ku mau."
"Mungkin aku belum cukup memberimu kebahagiaan."
"Aku bahagia..."
"Mungkin aku masih sering mengecewakanmu..."
"Apalagi aku..."
"Kau adalah hidupku.."
"Kamu detak jantungku..."
"Kau adalah tempat aku selalu ingin pulang jika aku pergi..."
"Aku menunggumu...selalu."
"Kau membuatku nyaman..."
"Aku damai di sisi mu..."
"Aku sudah merasa rindu jika aku selangkah pergi darimu..."
"Kalau begitu kau jangan pergi dariku..."
"Tak dapat kubayangkan hidup tanpa dirimu..."
"Aku sepi tanpamu..."
"Tak dapat kubayangkan menjalani hari-hari tanpamu di sisiku
"Aku pincang tanpamu..."
"Kadang aku masih dibutakan oleh emosiku, yang tanpa sadar aku telah menyakitimu..."
"Jangan sakiti aku, karena kau harus selalu melindungiku.."
"Maafkan aku yang telah sering mengecewakanmu..."
"Hey...kau bukan dewa...kau manusia biasa....tapi aku menerimamu apa adanya..."
"Maafkan aku yang masih membuatmu menangis..."
"Ah...itu karena aku yang terlalu sensitif dan cengeng."
"Maafkan aku yang belum dapat membahagiakanmu..."
"Aku bahagia..aku bahagia..."
"Setelah sepuluh tahun ini, apakah kau masih sudi menemaniku?"
"Akan kutemani dirimu, kekasih hatiku..."