Rabu, 20 Januari 2010

AKU CINTA KAMU...


Aku cinta kamu...

Kamu tahu itu...

Tapi aku tak kan berhenti mengatakannya...

Karena kata-kata itu keluar dari hatiku...



Aku rindu kamu...

Kamu tahu itu...

Tapi aku tak mau berhenti merinduimu...

Seperti aku merindui hadirnya sang Raja Siang...


Aku cinta kamu...

Dan kamu tahu itu...

Tapi aku tak mau berhenti mengucapkannya...

Karena aku tak mau berhenti mencintaimu...


teruntuk teman-temanku...semoga kita selalu bersama...

Senin, 18 Januari 2010

TERIMA KASIH TELAH MEMBUATKU MENANGIS...

Sekian lama kupertanyakan

Kenapa kamu seperti membenciku

Apa salahku?

Seingatku aku tak pernah menjahati kamu


Tatapanmu terlihat penuh kebencian

Saat melihatku bagaikan melihat sesosok yang menyebalkan

Lalu aku menanyai diriku

Kenapa dia?

Kenapa dia melihatku seperti itu?

Apa ada yang salah denganku?


Kata-katamu penuh caci maki padaku

Entah sudah berapa kali kau mengejekku

Dan selalu aku menanyai diriku

Salah apa aku?


Ketika buku tulisku yang bersampul batik itu ada di tanganmu

Seketika itu juga kau lemparkan ke teman-temanmu

Dan aku menanyai diriku

Salah apa bukuku?


Aku geram

Kemarahanku yang terpendam memuncak saat itu juga

Lalu kurampas bukuku dari tanganmu dan tangan teman-temanmu

Kusobek dia sebagai pelampiasan marahku


Lalu sungai bening itu mengalir dari mataku

Marah yang teredam sekian lama rupanya tak ingin bersembunyi lagi

Kuluapkan segala amarahku dalam sungai itu


Tak ada kata maaf darimu

Tak apa

Akupun tak terlalu berharap


Tak ada jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku

Tak apa

Tapi suatu hari aku akan menanyakannya padamu

Walaupun aku harus menunggu lebih dari dua dekade...





Minggu, 17 Januari 2010

PERTEMUAN SETELAH 22 TAHUN

Diawali dengan sebuah niat sederhana : "makan siang bersama guru-guru SD"....

Rencana semacam ini sebenarnya sudah ada sejak hampir dua tahun yang lalu. Ketika itu hampir setengah angkatan dari Alumni SD Kemala Bhayangkari 3 tahun 1988 yang menjadi korban penipuan oleh seorang teman seangkatan. Setelah cross check ke beberapa teman akhirnya malah timbul ide untuk bikin acara kumpul-kumpul (terkadang aku malah merasa berterima kasih pada teman yang satu itu. Karena kalau tidak ada kejadian itu mungkin saja acara kumpul-kumpul itu tidak akan terjadi).

Pertemuan pertama : Chatter Box Citos. Tidak terlalu banyak yang datang. Hanya sekitar lima belas orang. Tapi rame.... 

Pertemuan kedua : Citos lagi...dilanjutkan dengan acara karaoke (untuk yang ini aku ga ikut acara karaokenya).


Pertemuan ketiga : Halal bihalal di Pejaten Village (aku ga ikut)

Desember 2009 : Bu Bartono (guru kesenian kami) meninggal dunia. Sedih banget rasanya. Karena belum kesampaian berkumpul dengan guru-guru.

Hari itu juga, ketika chat dengan Dina via FB, muncullah ide untuk datang mampir ke sekolah dan bikin acara makan siang dengan guru-guru. Sebuah acara sederhana sepertinya.

Setelah ide terlontar : beberapa teman berkumpul dan kemudian terbentuklah panitia reuni angkatan '88. Idenya begini... Nanti pelaksanaannya begini... Ngadainnya di sini ya.... Iuran per anak segini... Bikin kaos juga... Panitia sudah heboh duluan.


Seminggu sebelum pelaksanaan : Semangat membara. Kobaran api semangatnya terlihat di lalu lintas thread yang dibuat di FB. Saling berbalas pesan sampai membuat baterai handphone/BB cepat habis. Telepon teman-teman yang mau ikut dan belum bayar membuat pulsa terkuras.

Mendekati hari pelaksanaan : salah satu panitia mendadak harus keluar kota. Semangat itu runtuh dengan sendirinya. Lemas. Seperti copot sendi-sendi di sekujur badan.


Aku langsung menulis : 

Untuk kesekian kalinya kupandangi thread ini...

Sepi...

Tak kudengar lagi ocehan teman-temanku

Tak kulihat lagi bara api semangat itu

Sunyi....

Seperti hilangnya separuh nafas

Seperti perginya belahan jiwa

Alhamdulillah...semangat itu muncul lagi.

Sabtu, 16 Januari 2010 : sekali lagi Alhamdulillah. Acara itu terjadi juga. Lancar. Senang rasanya bertemu lagi dengan para guru. Ada tawa disitu. Ada isak tangis juga. Kartu-kartupun terbuka. Rahasia-rahasia yang tersimpan selama 22 tahun terbongkar. Kenangan 22 tahun yang lalu terkuak kembali. Rasanya kami ada di masa itu lagi.



Andai waktu tak berbatas di hari itu, ingin rasanya berlama-lama bersama guru-guru kami. Tapi apa daya, ternyata waktu berbatas.


Guruku....sejauh apapun rentang waktu memisahkan, tak kan membuatku lupa akan jasa-jasamu... Terima kasih guruku... Semoga ada kali lain kita bersama...