Diawali dengan sebuah niat sederhana : "makan siang bersama guru-guru SD"....
Rencana semacam ini sebenarnya sudah ada sejak hampir dua tahun yang lalu. Ketika itu hampir setengah angkatan dari Alumni SD Kemala Bhayangkari 3 tahun 1988 yang menjadi korban penipuan oleh seorang teman seangkatan. Setelah cross check ke beberapa teman akhirnya malah timbul ide untuk bikin acara kumpul-kumpul (terkadang aku malah merasa berterima kasih pada teman yang satu itu. Karena kalau tidak ada kejadian itu mungkin saja acara kumpul-kumpul itu tidak akan terjadi).
Pertemuan pertama : Chatter Box Citos. Tidak terlalu banyak yang datang. Hanya sekitar lima belas orang. Tapi rame....
Pertemuan kedua : Citos lagi...dilanjutkan dengan acara karaoke (untuk yang ini aku ga ikut acara karaokenya).

Pertemuan ketiga : Halal bihalal di Pejaten Village (aku ga ikut)
Desember 2009 : Bu Bartono (guru kesenian kami) meninggal dunia. Sedih banget rasanya. Karena belum kesampaian berkumpul dengan guru-guru.
Hari itu juga, ketika chat dengan Dina via FB, muncullah ide untuk datang mampir ke sekolah dan bikin acara makan siang dengan guru-guru. Sebuah acara sederhana sepertinya.
Setelah ide terlontar : beberapa teman berkumpul dan kemudian terbentuklah panitia reuni angkatan '88. Idenya begini... Nanti pelaksanaannya begini... Ngadainnya di sini ya.... Iuran per anak segini... Bikin kaos juga... Panitia sudah heboh duluan.

Seminggu sebelum pelaksanaan : Semangat membara. Kobaran api semangatnya terlihat di lalu lintas thread yang dibuat di FB. Saling berbalas pesan sampai membuat baterai handphone/BB cepat habis. Telepon teman-teman yang mau ikut dan belum bayar membuat pulsa terkuras.
Mendekati hari pelaksanaan : salah satu panitia mendadak harus keluar kota. Semangat itu runtuh dengan sendirinya. Lemas. Seperti copot sendi-sendi di sekujur badan.

Aku langsung menulis :
Untuk kesekian kalinya kupandangi thread ini...
Sepi...
Tak kudengar lagi ocehan teman-temanku
Tak kulihat lagi bara api semangat itu
Sunyi....
Seperti hilangnya separuh nafas
Seperti perginya belahan jiwa
Alhamdulillah...semangat itu muncul lagi.
Sabtu, 16 Januari 2010 : sekali lagi Alhamdulillah. Acara itu terjadi juga. Lancar. Senang rasanya bertemu lagi dengan para guru. Ada tawa disitu. Ada isak tangis juga. Kartu-kartupun terbuka. Rahasia-rahasia yang tersimpan selama 22 tahun terbongkar. Kenangan 22 tahun yang lalu terkuak kembali. Rasanya kami ada di masa itu lagi.


Andai waktu tak berbatas di hari itu, ingin rasanya berlama-lama bersama guru-guru kami. Tapi apa daya, ternyata waktu berbatas.

Guruku....sejauh apapun rentang waktu memisahkan, tak kan membuatku lupa akan jasa-jasamu... Terima kasih guruku... Semoga ada kali lain kita bersama...