Selasa, 22 Desember 2009

You Come To Me

You came to me..when I was eleven

I was so young and knew nothing about love...


You came to me...when I was fifteen

I was a young girl and I knew love...even just a bit...


You came to me...again...when I was twenty two

I knew love...more than before...


I fell in love and put my trust on you...

But...you failed me...lied to me...


I was hurt...angry...disappointed...

Blaming myself...

My heart was full of hating you...


Now I'm thirty five...

You come to me...again...when I still trying to forgive you

We have something in common...that we have someone in our life...

We let the time passing by...and let our life moving on...




Rabu, 16 Desember 2009

Rindu yang Aneh...

Rindu itu datang lagi

Rindu dalam bentuk yang sama

Tetapi berbeda rasa


Rindu itu diselimuti amarah kini


Amarah yang membakar rasa

Amarah yang membutakan hati

Amarah yang melenyapkan nalar

Amarah yang menaikkan tekanan darah

Amarah yang membuatku sakit kepala


Sungguh bukan rindu rasa ini yang kuinginkan


Aku ingin rindu yang membuatku damai

Rindu yang membuatku nyaman

Rindu yang membuatku selalu tersenyum bahagia


Rindu rasa itulah yang ingin kubagi

Hanya denganmu

Kamis, 03 Desember 2009

SANG PEMBUNUH

Awalnya...

Kau begitu baik padaku...

Dan aku membalas kebaikanmu...

Membuatku tak berprasangka buruk...

Aku percaya padamu...

Kujadikan kau sebagai teman baikku...


Kemudian...

Mengapa kau tega menyakitiku...

Kau tikam aku...

Kau tancapkan pedangmu tepat di jantungku...


Kau bunuh rasaku...

Kau matikan ragaku...

Kau bekukan hatiku...


Hilang sudah prasangka baikku padamu...


Sabtu, 21 November 2009

ORANG TUA v.s ANAK

Jum'at, 20 November 2009.

Di hari itu saya belajar banyak. Belajar bahwa orang dewasa tidak selamanya benar.

Belajar bahwa seorang anak juga memiliki suara. Belajar bahwa seorang dewasa juga harus mendengarkan suara seorang anak. Bahwa mereka juga memiliki pilihan. 

Mengapa kita yang marasa sudah dewasa merasa diri kita ini selalu benar jika kita berhadapan dengan seorang anak? Merasa kita menjadi orang yang sangat tahu. Merasa bahwa pilihan kita adalah pilihan yang sangat tepat buat anak-anak kita.

Kita sebagai orang dewasa memang terlahir lebih dulu daripada mereka, sehingga kita memiliki pengalaman hidup yang lebih banyak daripada mereka. Tetapi apakah itu bisa menjadi jaminan bahwa kita ada di posisi yang selalu benar?

Mengapa orang dewasa begitu gampangnya memberi hukuman jika seorang anak berbuat salah, tanpa ingin mengetahui kenapa anak tersebut berbuat salah. Sepertinya kita sebagai orang dewasa tidak belajar dari pengalaman yang sudah kita dapat. Pengalaman dimana saat seumur merekapun kita ingin sekali didengar.

Saya memang belum menjadi orang tua dari seorang anak. Tetapi murid-murid saya ternyata telah menjadi guru dalam hal ini. Dari murid-murid yang semuanya ada di usia remaja inilah saya banyak belajar bahwa seorang anak/remaja ingin sekali suaranya didengar. Mereka ingin sekali kita tahu bahwa mereka juga memiliki pilihan. 

Memang piihan mereka tidak selamanya baik. Tetapi tugas kitalah sebagai orang dewasa untuk mengarahkan mereka kepada pilihan yang tepat. Tetapi apakah kita juga yang harus menentukan pilihan itu? Bukankah lebih baik jika kita memberikan banyak pilihan kepada mereka dengan menjelaskan akibat-akibat dari pilihan tersebut, sehingga mereka bisa memilih sendiri mana pilihan yang paling baik menurut mereka (dan bukan menurut orang dewasa), sehingga mereka bisa bertanggung jawab terhadap pilihannya?

Saya tahu ini akan menjadi pemikiran yang kontroversi. Terlebih pendapat ini dituliskan oleh seorang yang belum menjadi orang tua dari seorang anak.

Tapi paling tidak saya ingin berbagi tentang bagaimana keadaan murid-murid saya yang semuanya ada di usia remaja (yang mudah-mudahan bisa mewakili remaja lainnya). 

Di usia remaja inilah mereka mulai berani untuk melanggar peraturan. Di usia inilah mereka berani mencoba hal-hal yang baru. Di usia inilah mereka mulai mengenal dan dekat dengan lawan jenis.

Dan ketika mereka melanggar paraturan, kita sebagai orang dewasa akan sangat terkejut. Bagaimana tidak? Anak kita yang dulunya sangat manis, ketika mereka beranjak remaja menjadi seorang pembangkang. Mereka yang tadinya selalu terbuka pada kita menjadi sangat tertutup dan lebih suka berbagi dengan temannya.

Setelah itu apa yang terjadi? Anak dan orang tua seperti layaknya musuh. Orang tua hanya berkata "tidak boleh ini" atau "tidak boleh itu" tanpa menjelaskan "kenapa tidak boleh" dan apa akibatnya.

Mengapa orang tua tidak berusaha untuk menjadikan mereka teman? Bukankah dengan menjadikan mereka teman kita dapat dijadikan sebagai tempat mereka berbagi sehingga kita bisa menasehati mereka dengan cara baik-baik dan saling mendengarkan satu sama lain?

Teman-teman sesama "orang dewasa"...sekali lagi ini hanyalah hasil pemikiran saya berdasarkan apa yang saya alami di tempat mengajar. Dan saya yakin pasti ada yang tidak sependapat dengan saya. Saya justru senang jika ada pendapat yang lain sehingga saya bisa menggabungkan pendapat-pendapat tersebut dan kemudian mengambil benang merahnya.

Terima kasih murid-muridku...tanpa disadari kalian juga bisa menjadi guru yang sangat baik.

I'm proud of you...walaupun mereka bilang kalian bersalah (dan memang kalian salah) tetapi sesungguhnya itu adalah pelajaran yang sangat berharga. Kalian berani mengakui kesalahan dan siap untuk bertanggung jawab. Kalian paksa kami, para guru, untuk mendengar jeritan hati kalian. Itu semakin menyadarkan saya (entah yang lain) dan saya makin yakin kalau kalian juga "manusia" yang punya "hati".


Selasa, 27 Oktober 2009

RINDU INI....

Adakah yang pernah merasakan...rasa rindu yang aneh...merindukan sewujud benda yang sebenarnya kita temui setiap hari...

Merindukan suaranya...walaupun tidak semerdu kicauan burung di pagi hari yang hinggap di atas rumah...

Merindukan harumnya...walaupun tidak semerbak bunga yang tumbuh di halaman rumah...

Merindukan inginnya...walaupun terkadang bukan inginmu...

Merindukan hadirnya...walaupun sudah sepuluh tahun bersama...

Apakah ini rasa yang aneh...

Sabtu, 10 Oktober 2009

AKU SAYANG IBU...


Suatu pagi di bulan Oktober 2004, di sebuah rumah sakit swasta di selatan Jakarta...

Jam 06.00 pagi, ruang bedahnya sudah menungguku...ruangan yang sangat dingin. Masuk kembali ke ruangan yang sama seperti pada tahun 2001, dengan dokter yang sama. Pasrah sudah hari itu.

Setelah obat bius melolosi setengah dari tubuhku, dan obat tidur meracuni mata dan syarafku, ketidaksadaran menyelimutiku.

Satu jam berlalu...aku terbangun. Menggigil kedinginan di ruang pemulihan, diantara sadar dan tidak. Kutengok sisi kiriku. Ibu... setia menemaniku. Mengusap keningku. Tanpa sadar sungai bening ini mengalir. Begitu sangat kurasakan kasih sayangnya. Sepertinya dia tahu kalau sungai bening ini akan terus mengalir, karena aku harus menunggu mukjizat dari Tuhan. Sampai sekarang.

Di hari itu, untuk kesekian kalinya aku disadarkan oleh Tuhan akan kasih sayang ibuku. Dengan berbagai cara Tuhan menyadarkanku. 

Pernah kulihat ibu berkaca-kaca matanya, menangis bahagia, saat aku membawa pulang piagam penghargaan dari sekolah karena aku mendapat ranking 3 saat aku kelas 3 sekolah dasar. Kurasakan pelukan hangat ibuku, saat dia berselisih faham dengan bapakku. Kulihat matanya berkaca-kaca saat dia melepaskanku untuk menjalin hidup dengan seorang laki-laki. Kulihat senyuman bahagianya, saat dia melihatku diwisuda. 

Sangat banyak yang aku rasakan, walau sangat jarang aku sadari...

Ibu....aku sayang ibu...

(sungai itu mengalir lagi, ibu...)

Jumat, 25 September 2009

PANGGIL AKU "UNI"


Cerita ini benar terjadi. Suatu hari di dalam sebuah kelas. Kelas I.7 SMPN 212 Jakarta, tahun 1988. Perkenalan antara dua orang anak perempuan, yang satu berambut kemerahan, berdarah campuran Manado-Surabaya (kalau tidak salah), yang satu lagi berambut panjang (sampai sekarang ini yang diingat oleh teman-temannya) asli keturunan Jawa, tetapi lahir dan besar di Jakarta. 

Nova (N) : "Nama lo siapa?"

Yunia (Y) : "Yunia. Nama lo siapa?"

N               : "Nova. Panggilannya?"

Y               : "Uni."

N               : "Kok Uni? Emang lo orang Padang ya?"

Y               : "Ga. Gue orang Jawa asli."

N               : "Trus kenapa lo dipanggil 'Uni'? Itukan sebutan untuk orang Padang."

Y               : "Itu dari temen SD gue. Dari kelas tiga dia selalu manggil gue 'Uni'. Diambil dari tiga huruf yang ada di tengah nama gue."

N               : "Ooh...gitu ya."

Y               : "Iya."

N               : "Tapi lo sukanya dipanggil apa?"

Y               : "Yunia. Atau Uni."

Lia...adalah orang pertama yang memanggilku 'Uni'. Nama itu terus kupakai sampai sekarang, karena aku suka dengan panggilan itu. 

'Uni' sering kutulis dengan tulisan 'Oenee'. Karena menurut ejaan lama oe dibaca uTulisan ini sering kubuat di buku-buku milikku, dan tentu saja...Facebook.

Jadi...panggil aku "Yunia" atau "Uni".

Selasa, 18 Agustus 2009

Don't Know What To Do (Session 2)

Kucari engkau, wahai nikmat Tuhan
Sambil kunikmati nikmat-nikmat Tuhan yang kulupakan

Kuseberangi laut
Karena kicauan camar meneriakkan engkau ada di seberang sana
Kugali tanah
Karena cacing-cacing berbisik engkau ada di dalamnya
Kusambangi langit
Karena awan menandakan engkau ada di atas sana

Lalu aku marah pada Tuhan
Karena Dia tidak mengatakan engkau ada di mana
Aku caci maki Dia
Karena ku tahu Dia yang menyembunyikanmu
Lalu aku menangis
Saat ku tahu kekuatanku tak dapat mengalahkan-Nya
Aku lelah
Aku lemas
Aku pasrah

Ku nanti engkau, wahai nikmat Tuhan
Sambil kunikmati nikmat-nikmat Tuhan yang tidak aku sadari

Ketengadahkan wajahku ke langit
Kunikmati engkau yang sedang menari-nari
Kunikmati engkau yang sedang tertawa
Kunikmati engkau yang sedang menangis

Kunanti engkau, wahai nikmat Tuhan
Sambil kunikmati nikmat-nikmat Tuhan yang sedang kuhitung

Senin, 10 Agustus 2009

Saya ingin bercerita tentang kisah dua anak manusia. Kisah ini mungkin sangat klasik, tapi tak bosan untuk diceritakan dan didengar.


pemeran utama dari kisah ini adalah

Sabtu, 08 Agustus 2009

After All These Years

"Rasanya baru kemarin kita bertemu."
"Waktu itu aku masih kecil ya?"

"Rasanya baru kemarin kita merasa asing."
"Ah...itu karena kita sama-sama acuh."

"Rasanya baru kemarin kita mengikat janji..."
"Hihi...cincin ini sudah sesak di jari manisku sekarang..."

"Rasanya ingin waktu ini berhenti berjalan..."
"Biarkan waktu terus berjalan. Itu SUNATULLAH"

"Waktu terus bergulir tanpa kita sadari..."
"Sampai sudah kutemukan rambut putih di kepalaku..."

"Kita telah lalui hidup ini bersama, dalam suka dan duka. Ada saat kita sedih, ada saat kita bahagia..."
"Duka itu kita ratapi bersama...bahagia itu kita tangisi berdua..."

"Mungkin aku belum pernah menjadi seperti yang kamu mau..."
"Orang lainpun belum tentu seperti yang ku mau."

"Mungkin aku belum cukup memberimu kebahagiaan."
"Aku bahagia..."

"Mungkin aku masih sering mengecewakanmu..."
"Apalagi aku..."

"Kau adalah hidupku.."
"Kamu detak jantungku..."

"Kau adalah tempat aku selalu ingin pulang jika aku pergi..."
"Aku menunggumu...selalu."

"Kau membuatku nyaman..."
"Aku damai di sisi mu..."

"Aku sudah merasa rindu jika aku selangkah pergi darimu..."
"Kalau begitu kau jangan pergi dariku..."

"Tak dapat kubayangkan hidup tanpa dirimu..."
"Aku sepi tanpamu..."

"Tak dapat kubayangkan menjalani hari-hari tanpamu di sisiku
"Aku pincang tanpamu..."

"Kadang aku masih dibutakan oleh emosiku, yang tanpa sadar aku telah menyakitimu..."
"Jangan sakiti aku, karena kau harus selalu melindungiku.."

"Maafkan aku yang telah sering mengecewakanmu..."
"Hey...kau bukan dewa...kau manusia biasa....tapi aku menerimamu apa adanya..."

"Maafkan aku yang masih membuatmu menangis..."
"Ah...itu karena aku yang terlalu sensitif dan cengeng."

"Maafkan aku yang belum dapat membahagiakanmu..."
"Aku bahagia..aku bahagia..."

"Setelah sepuluh tahun ini, apakah kau masih sudi menemaniku?"
"Akan kutemani dirimu, kekasih hatiku..."

Rabu, 05 Agustus 2009

Don't know what to do...

Andai aku punya sayap
Aku ingin terbang kemana kusuka

Hari ini...
Ingin rasanya ku kepakkan sayapku
Ingin ku kejar dirimu
Walaupun ku tak tahu keberadaanmu

Lelah aku mencarimu
Buana serasa menyembunyikanmu
Nirwana serasa menahanmu
Dan mega mendung menyelimutimu

Derai air mata layaknya aliran sungai
Menyertai lantunan nada yang merayu
Satu keyakinan dalam hatiku
Kau telah menungguku

Sabtu, 28 Maret 2009

Ikhlas

Ajari aku berkata hanya karena Mu
Ajari aku berbuat hanya karena Mu
Agar segalanya tak 'kan jadi sia-sia
Tatkala ku berdiri di hadapanMu di Yaumil Hisab

Bantu aku sembunyikan amalku
Bantu aku sembunyikan ibadahku
Agar segalanya tak 'kan jadi sia-sia
Tatkala ku berdiri di hadapanMu di Yaumil Hisab

Slalu kutakutkan Kau 'kan tolak amalanku
Bila tercampuri niat di hati tak hanya karenaMu
Tak dapat kupetik buah dari upayaku
Bila harapanku bukanlah keridhaanMu

Bersihkanlah hatiku dari noda-noda hitam
Luruskanlah niatku dari sesuatu selain Mu
Agar kerugian kelak tak 'kan menimpaku
Tatkala ku berdiri di hadapanMu di Yaumil Hisab

Sketsa Hidup

Bila bahagia tengah kungkungi sukma
Usah lena dalam tipu dayanya
Ingatlah bahagia hanya sekedip mata
Bahagia abadi hanya nanti di akhirat

Bila duka tengah kungkungi sukma
Usah lena di gelora sedihnya
Ingatlah duka hanyalah sementara
Duka abadi hanya nanti di akhirat

Hidup adalah sketsa suka dan duka
Bahagia dan coba adalah hal biasa
Manusia dengan segala cita-cita
Kadang sombong 'tuk sadari
Semua adalah rangkaian takdir ALLAH

*Dedicated to Tim Nasyid Pesona Hati
*Miss you all...
*Kapan nyanyi bareng lagi???

Rabu, 18 Maret 2009

Pergilah Kamu

Kecewaku...
Membuat ku ingin pergi

Kecewaku...
Membuat ku ingin berlari

Kecewaku...
Membuat ku ingin menyendiri

Kecewaku...
Membuat ku ingin menghilang

Kecewaku...
Membuat ku ingin tenggelam

Kecewaku...
Kau telah datang padaku
Lebih dari seratus kali

Kecewaku...
Aku tak tahu
Mengapa engkau selalu datang padaku

Kecewaku...
Kapankah engkau akan pergi dariku

Kecewaku...
Kapankah engkau akan berpamitan padaku

Kecewaku...
Hanya ALLAH-lah yang tahu...

Minggu, 01 Maret 2009

FROM BADUI WITH...WHATEVER (the journey continues)

Sebelum ke Badui kita ke Anyer dulu



Dari Anyer baru kita ke Badui


25 - 26 Desember 2008

Selasa, 03 Februari 2009

UNTUKMU SEGALANYA...

BersamaMu ku ingin melangkah
Merajut rangkaian hidup keseharian
Bila ternyata di hadapan 'kan kutemui onak dan duri
Semua 'kan ku coba lalui demi untukMu, ya Allah

KepadaMu ingin kupersembahkan cinta
Rasakan kasih indah dalam hati
Bila ternyata di kemudian aku mengharap cinta dunia
Jadikan semua hancur punah sampai berkeping, ya Allah

UntukMu ingin ku menjaga hati
Membingkainya dengan keteguhan iman
Bila ternyata disana ku dapati kekotoran debu dunia
Bantu aku, ya Allah

KarenaMu ku ingin berjumpa
Rasakan keindahan dan keagunganMu
Yang tiada pernah tertanding walaupun dengan wajah rupawan
Tunjukkanlah aku ya Allah 'tuk mencapai hidayahMu
Jagalah hatiku ya Allah tetap tegar di jalanMu



Minggu, 01 Februari 2009

INDONESIAKU

Sebenarnya seberapa besar sih pengetahuan orang Indonesia tentang tidak diperbolehkannya menggunakan HP di area SPBU? Sering ketika sedang antri untuk mengisi solar atau bensin saya melihat orang-orang ber-HP-ria dengan polosnya. Apa mereka ga lihat kalau di manual book juga tertulis larangan untuk menggunakan HP di area SPBU? (atau jangan-jangan mereka ga punya manual book-nya)

Yah..... itulah Indonesiaku

BOSAN

Baru kali ini merasa BT di jalan. Biasanya selalu feel excited kalau sedang jalan-jalan *apalagi kalau ke luar kota*. Pemandangan di luar tidak bisa mengalahkan rasa bosan ini. Sungguh perjalanan yang membosankan.

Grup serasa kurang asik, walaupun ada dari beberapa yang tergabung dalam rombongan survey Badui. Tapi sumpah, di rombongan ini orang jadi sopan semua. Damar yang biasanya 'gila' pun jadi berubah sopan begitu. Padahal biasanya gila abis. Aku yang biasanya ngoceh da terlanjur BT.

Missing you. So bad. Maybe that's why....



22 Desember 2008

Ketika cipularang terasa panjang dan membosankan