Kenapa kamu seperti membenciku
Apa salahku?
Seingatku aku tak pernah menjahati kamu
Tatapanmu terlihat penuh kebencian
Saat melihatku bagaikan melihat sesosok yang menyebalkan
Lalu aku menanyai diriku
Kenapa dia?
Kenapa dia melihatku seperti itu?
Apa ada yang salah denganku?
Kata-katamu penuh caci maki padaku
Entah sudah berapa kali kau mengejekku
Dan selalu aku menanyai diriku
Salah apa aku?
Ketika buku tulisku yang bersampul batik itu ada di tanganmu
Seketika itu juga kau lemparkan ke teman-temanmu
Dan aku menanyai diriku
Salah apa bukuku?
Aku geram
Kemarahanku yang terpendam memuncak saat itu juga
Lalu kurampas bukuku dari tanganmu dan tangan teman-temanmu
Kusobek dia sebagai pelampiasan marahku

Lalu sungai bening itu mengalir dari mataku
Marah yang teredam sekian lama rupanya tak ingin bersembunyi lagi
Kuluapkan segala amarahku dalam sungai itu
Tak ada kata maaf darimu
Tak apa
Akupun tak terlalu berharap
Tak ada jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku
Tak apa
Tapi suatu hari aku akan menanyakannya padamu
Walaupun aku harus menunggu lebih dari dua dekade...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar