Senin, 18 Januari 2010

TERIMA KASIH TELAH MEMBUATKU MENANGIS...

Sekian lama kupertanyakan

Kenapa kamu seperti membenciku

Apa salahku?

Seingatku aku tak pernah menjahati kamu


Tatapanmu terlihat penuh kebencian

Saat melihatku bagaikan melihat sesosok yang menyebalkan

Lalu aku menanyai diriku

Kenapa dia?

Kenapa dia melihatku seperti itu?

Apa ada yang salah denganku?


Kata-katamu penuh caci maki padaku

Entah sudah berapa kali kau mengejekku

Dan selalu aku menanyai diriku

Salah apa aku?


Ketika buku tulisku yang bersampul batik itu ada di tanganmu

Seketika itu juga kau lemparkan ke teman-temanmu

Dan aku menanyai diriku

Salah apa bukuku?


Aku geram

Kemarahanku yang terpendam memuncak saat itu juga

Lalu kurampas bukuku dari tanganmu dan tangan teman-temanmu

Kusobek dia sebagai pelampiasan marahku


Lalu sungai bening itu mengalir dari mataku

Marah yang teredam sekian lama rupanya tak ingin bersembunyi lagi

Kuluapkan segala amarahku dalam sungai itu


Tak ada kata maaf darimu

Tak apa

Akupun tak terlalu berharap


Tak ada jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku

Tak apa

Tapi suatu hari aku akan menanyakannya padamu

Walaupun aku harus menunggu lebih dari dua dekade...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar