Aku ingin berangkat tua hanya denganmu
Menjadi saksi dari berkerutnya kulitmu
Dan menjadi orang Yang menyisiri rambutmu yang memutih
Aku ingin hanya kamu yang menjadi tongkatku nanti
Menemani langkah kakiku yang melemah dari hari ke hari
Aku ingin hanya kamu yang menemaniku duduk di teras rumah
Sambil menertawai koleksi Asterixmu
“Mengapa Asterix?” tanyamu
Karena kita dan Asterix punya persamaan
Menua, tapi masih punya jiwa anak-anak
Dan ketika kita lihat sepasang kakek nenek bergandengan tangan
Selalu saja terbersit pikiran
“Apakah kita akan sampai pada masa itu?
Aku hanya ingin melewati fase itu hanya denganmu”
Lalu kamu berkata,
“Aku ingin hanya ada kamu dan orang-orang yang kucinta
Saat malaikat maut menjemputku
Aku ingin menggenggam tanganmu saat aku pergi”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar