Cerita ini benar terjadi. Suatu hari di dalam sebuah kelas. Kelas I.7 SMPN 212 Jakarta, tahun 1988. Perkenalan antara dua orang anak perempuan, yang satu berambut kemerahan, berdarah campuran Manado-Surabaya (kalau tidak salah), yang satu lagi berambut panjang (sampai sekarang ini yang diingat oleh teman-temannya) asli keturunan Jawa, tetapi lahir dan besar di Jakarta.
Nova (N) : "Nama lo siapa?"
Yunia (Y) : "Yunia. Nama lo siapa?"
N : "Nova. Panggilannya?"
Y : "Uni."
N : "Kok Uni? Emang lo orang Padang ya?"
Y : "Ga. Gue orang Jawa asli."
N : "Trus kenapa lo dipanggil 'Uni'? Itukan sebutan untuk orang Padang."
Y : "Itu dari temen SD gue. Dari kelas tiga dia selalu manggil gue 'Uni'. Diambil dari tiga huruf yang ada di tengah nama gue."
N : "Ooh...gitu ya."
Y : "Iya."
N : "Tapi lo sukanya dipanggil apa?"
Y : "Yunia. Atau Uni."
Lia...adalah orang pertama yang memanggilku 'Uni'. Nama itu terus kupakai sampai sekarang, karena aku suka dengan panggilan itu.
'Uni' sering kutulis dengan tulisan 'Oenee'. Karena menurut ejaan lama oe dibaca u. Tulisan ini sering kubuat di buku-buku milikku, dan tentu saja...Facebook.
Jadi...panggil aku "Yunia" atau "Uni".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar